Satu Nyawa Orang Papua sangat mahal untuk orang Papua

Pernyataan di atas disampaikan oleh bupati mamberabo tengah Ricky Ham Pagawak saat di wawancara media beberapa hari lalu berkaitan dengan penutupan akses ke Mamberamo Tengah.

Bupati menyampaikan bahwa pembatasan akses tersebut adalah hasil kesepakatan pemerintah papua, sehingga pejabat pusat yang meminta supaya jangan di tutup aksesnya harus lebih mengerti kondisi yang ada di Papua, detailnya bisa dilihat di video wawancara di bawah ini :

bupat mamberamo tengah memberikan penegasan tentang penutupan wilayah

Seperti yang di sadur dari kompas.id, jalur masuk yang ditutup adalah di Distrik (kecamatan) Kelila menuju Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, dan Distrik Ilugwa yang merupakan jalur utama  penghubung Wamena ke Kobakma, ibu kota Mamberamo Tengah.

”Kami tidak mengizinkan warga siapa pun boleh memasuki dan meninggalkan Mamberamo Tengah hingga satu bulan ini. Sebab, di Wamena sudah terdapat pasien dengan pengawasan. Sementara di daerah kami belum ada temuan hingga kini,” tutur Ricky.

Menurut Ricky, hanya tenaga medis dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang boleh masuk dan meninggalkan Mamberamo Tengah untuk keperluan penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan. Selain tenaga medis, pedagang yang  menyediakan pasokan bahan kebutuhan pokok untuk Mamberamo Tengah juga diizinkan masuk setelah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat.

Ia pun menyatakan Pemkab Mamberamo Tengah telah menyediakan bantuan  barang kebutuhan pokok tahap pertama bagi masyarakat dengan jumlah yang cukup, misalnya sebanyak 60 ton beras, 2.000 dus mi instan, dan 200 dus minyak goreng.

Baca juga : Anda datang ke papua anda mati

”Kami akan mendistribusikan bantuan sembako kepada masyarakat di lima distrik secara bertahap. Pemerintah juga akan memanfaatkan pangan lokal seperti ubi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan karantina wilayah di Mamberamo Tengah bukanlah wujud tidak patuhnya pemda setempat atas instruksi pemerintah pusat.

”Kami hanya ingin mencegah penyebaran virus korona memasuki daerah ini. Sebab, Mamberamo Tengah belum siap menghadapi wabah penyakit dalam jumlah banyak di tengah keterbatasan SDM dan fasilitas kesehatan,” tambahnya.

God bless Papua

Share it
HMS FAKFAK

HMS FAKFAK

One thought on “Satu Nyawa Orang Papua sangat mahal untuk orang Papua

Your Comment