Peran Perempuan dalam rantai pasokan pala Fakfak Papua

Ekonomi pala bergantung pada perempuan,perempuan adalah aktor strategis yang menentukan produktivitas dan kualitas pala. Meskipun mereka tidak diberikan hak atas tanah untuk kebun hutan pala, perempuan memiliki hak untuk mengkonsumsi pala, yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam ekonomi pala. Secara budaya, pala juga secara tradisional memiliki karakteristik feminin. Baron van Hoevall, pada abad kesembilan belas, dalam catatan pribadinya telah mengamati cerita rakyat bahwa pala secara mitologis dianggap sebagai manusia, khususnya, seorang wanita cantik (Turner, 2008). Sampai sekarang, kepercayaan ini masih terwujud dalam sejumlah praktik budaya dan bahasa lokal di desa-desa pala di Fakfak“.

Perempuan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang memainkan peran penting dalam perdagangan pala / sumber foto: inobu.org

Paragraf dan di atas ini adalah bagian kecil dari tulisan yang berjudul “Where to Next? Women in the Papuan Nutmeg Supply Chain” di situs Inobu.org. Inobu adalah yayasan yang bergerak di bidang perkebunan dengan membantu para petani-petani lokal untuk lebih maju.

Judul tulisan di atas adalah hasil penelitian yayasan inobu di kabupaten Fakfak beberapa waktu lalu, ada beberapa tulisan di inobu.org tentang pala di Fakfak antara lain :

  1. Where to Next? Women in the Papuan Nutmeg Supply Chain (versi bahasa indonesianya bisa di download dalam bentuk pdf di sini Peran Perempuan dalam rantai pasokan pala Fakfak Papua)
  2. Sepenggal Cerita Menyusuri Dusun Pala Papua
  3. Kisah inspiratif: Pak Heremba, petani pala dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat

Tulisan -tulisan di atas sangat menarik, karena ditulis oleh para peneliti yang dikaji secara ilmiah. Semoga tulisan-tulisan ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah Fakfak dalam mengembangkan komoditi andalan kota Pala Fakfak tercinta

Share it
HMS FAKFAK

HMS FAKFAK

Your Comment