PEGUNUNGAN PUNCAK MANDALA TEMPAT HELIKOPTER MI-17 DITEMUKAN

Setelah hampir 7 bulan, akhirnya helikopter MI-17 yang dinyatakan hilang kontak pada tanggal 28 Juni 2019 ditemukan di tebing pegunungan puncak mandala Oksibil Kabupaten penggunungan bintang Papua pada tanggal 10 Februari 2020

Diketahui, helikopter MI-17 lepas landas dari Bandara Oksibil pada Jumat (28/6/2019) pukul 11.44 WIT.  Kemudian helikopter dilaporkan hilang kontak  pukul 11.49 WIT pada ketinggian 7.800 kaki atau sekitar 2,4 kilometer. Seharusnya helikopter yang mengangkut logistik untuk Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia dan Papua Niugini di Pegunungan Bintang itu dijadwalkan tiba di Sentani, Kabupaten Jayapura, pukul 13.11 WIT.

Baca juga :

Papua benteng ekologi terakhir tanah air

Adapun penumpang helikopter terdiri dari tujuh awak helikopter dan lima anggota Batalyon Infanteri 725/Waroagi. Tujuh awak itu yakni Kapten CPN Aris, Letnan CPN Ahwar, Kapten CPN Bambang, Sersan Kepala Suriatnae, Prajurit Satu Asharulf, Prajurit Kepala Dwi Pur, dan Sersan Dua Dita Ilham. Adapun personel Yonif 725 yakni Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddine, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Daerah rawan kecelakaan

Staf Komite Nasional Keselamatan Transportasi Perwakilan Papua Norbert Tunyanan mengatakan, Pegunungan Bintang menjadi salah satu daerah rawan kecelakaan pesawat di Papua selama beberapa tahun terakhir. Cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi kerap menjadi pemicu utamanya.

Terjadi tiga kali kecelakaan pesawat sipil di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, periode 2015-2018, yaitu :

  1. Insiden itu melibatkan pesawat Trigana Air jenis ATR yang mengangkut 54 orang jatuh. Pesawat ini jatuh di Distrik Okbape pada 16 Agustus 2015. Semua penumpang tewas dalam insiden ini.
  2. Selanjutnya pesawat PK-FSO tipe C208 jenis Caravan yang dipiloti Komisaris Rio Pasaribu yang terbang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, menuju Oksibil, jatuh di Bukita Anem, Pegunungan Bintang, pada 12 April 2017. Rio tengah membawa bahan kebutuhan pokok. Ia meninggal dalam kejadian ini.
  3. Ada juga pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang mengangkut sembilan penumpang. Pesawat ini jatuh di Gunung Menuk pada 11 Agustus 2018. Satu orang selamat. Namun, delapan orang lainnya dilaporkan meninggal.

Sumber : Kompas.id

Share it

HMS FAKFAK

One thought on “PEGUNUNGAN PUNCAK MANDALA TEMPAT HELIKOPTER MI-17 DITEMUKAN

Your Comment