Suku Fayu dalam Film Jungle Child

Papua adalah daerah yang sangat unik. Salah satu kisah yang menarik adalah tentang suku Fayu yang mendiami daerah hulu Sungai Mamberamo di papua dituangkan di Film Jungle Child atau dalam bahasa Jerman “Dschungelkind” atau di dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “Anak Rimba“ ini merupakan film yang telah dirilis di Jerman pada tahun 2011 lalu dan berdurasi 132 menit. Film yang disutradarai oleh Roland Suso Richterinidiambil dari cerita novel bestseller dengan judul yang sama yang di tulis oleh Sabine Kuegler.

Jungle child
Sumber: dari buku Jungle Child : Rinduku pada rimba Papua

Januari 1980, Sabine Kuegler dan keluarganya tiba di sebuah hutan terpencil di Papua.  Kedatangan keluarga Sabine dilatar belakangi oleh Klaus Kuegler (ayah Sabine) memilih meninggalkan Jerman dan menjalani kehidupan yang jauh berbeda sebagai ahli bahasa dan misionaris di sebuah suku pedalaman hutan Papua Barat yang baru ditemukan yaitu Suku Fayu. Setahun sebelum Klaus Kuegler memborong kelauarganya pindah ke Papua , Klaus telah lebih dulu mengunjungi Papua untuk melakukan ekspedisi. Setelah dilakukan beberapa kali ekpedisi, Klaus berhasil berhubungan dengan Suku Fayu, suku yang sebelumnya hanya dikenal dunia luar melalui mitos dan desas-desus, sama sekali belum tersentuh oleh peradaban dunia modern.

Dalam buku Dschungelkind (Jungle Child-dalam bahasa inggris) ditulis oleh Sabine Kuegler, diceritakan bahwa Sabine-tujuh tahun, Judith kakak perempuan-9 tahun, Cristian adik laki-laki-5 tahun dan Doris-ibu Sabine pertama kali menjejakkan kaki di Suku Fayu tahun 1980.

orang suku fayu3
Sumber: dari buku Jungle Child : Rinduku pada rimba Papua

Kisah mereka sangat menarik, menceritakan bagaimana mereka hidup berdampingan dengan orang-orang suku Fayu yang saat itu sama sekali belum mengenal kehidupan dunia modern. Terlebih lagi kisah Sabine Kuegler sendiri yang tumbuh dan besar bersama orang -orang Suku Fayu

Setelah berumur 17 tahun, Sabine harus kembali ke Eropa dan mengalami shock culture. Sabine selalu merindukan Kehidupan di hutan Papua bersama orang-orang Fayu. Kehidupan di hutan telah mengajarkan kepedulian tanpa memandang status sosial, serta pentingnya menikmati hidup dari hal-hal yang sederhana. Ia juga belajar bahwa kebahagiaan datang dari ketentraman hati, bukan dari materi.

orang suku fayu
Sumber: dari buku Jungle Child : Rinduku pada rimba Papua

Filmnya sangat menarik, digarap dengan baik, namun sayang filmnya tidak dibuat di Indonesia tetapi di buat di taman Nasional Malaysia.

maxresdefault
salah satu adegan film Jungle Child- Sumber Youtube.com

Buku karya Sabine Kuegler ini juga menjadi bahan skripsi salah seorang mahasiswa UNY Yogyakarta,  Skripsi ini juga menjadi bahan bacaan bagi para pembaca yang ingin lebih mengenal bagaimana Kehidupan suku Fayu

Skripsinya dapat di download di link berikut : GAMBARAN SOSIOLOGIS TRADISI SUKU FAYU DAN EFEK TRADISI BARAT

 

Share it

HMS FAKFAK

One thought on “Suku Fayu dalam Film Jungle Child

Your Comment