Kelola Sampah Plastik di Papua

Beberapa hari lalu kita sempat mendengar berita bahwa ada penyelundupan sampah plastik dari luar negeri ke Indonesia. Hal ini sangat memprihatinkan karena sampah plastik salah penyebab kerusakan lingkungan terbesar di bumi saat ini. Proses penghancuran plastik yang sangat lama, membuat tanah dan air jadi tercemar.

Oleh karena itu, kita harus berusaha terlibat dalam kampanye pengurangan penggunaan plastik, terutama untuk Tanah Papua yang lebih baik. Karena tanah papua juga sudah mulai tercemar dengan berbagai macam sampah plastik.

Di Awal tahun 2019 lalu, pemerintah kota Jayapura mengeluarkan perda yang mengatur tentang pelarangan penggunaan tas plastik di ritel-ritel atau swalayan besar di Jayapura. Setelah regulasi ini dijalankan selama beberapa bulan ini, hasilnya terjadi penurunan jumlah sampah plastik yang cukup signifikan di kota Jayapura. “Terjadi pengurangan sampah plastik sekitar 4 sampai 5 ton perbulan, demikian yang disampaikan Kepala seksi penanganan pengurangan sampah B3 Dinas Lingkungan hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Frengky Numberi (Kompas, 24 Juni 2019)”

Berita lengkap mengenai dampak regulasi pelarangan penggunaan tas plastik di ritel atau swalayan di jayapura dapat di baca di harian kompas tanggal 24 Juni di link berikut :

“Melindungi Port Numbay dari Belitan Plastik”

Dengan demikian ternyata regulasi ini cukup signifikan membantu mengurangi jumlah sampah plastik, sehingga kota-kota lain di Papua perlu untuk mencontoh regulasi seperti ini.

Kota Biak sudah mulai menjalankan regulasi serupa di awal bulan Juni 2019 ini, bisa di baca di link berikut :

Pemda Biak Resmi melarang penggunaan tas plastik di Toko

Semoga pemerintah Kota Fakfak juga bisa membuat kota Fakfak menjadi lebih bersih dari Sampah plastik

Salam,

Share it

HMS FAKFAK

One thought on “Kelola Sampah Plastik di Papua

Your Comment