Gaji dan Tunjangan Anggota DPR Swedia

Gaji tinggi dan fasilitas mewah menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang ingin menjadi anggotaDPR atau parlemen.

Namun, tidak demikian halnya dengan Swedia. Di negara ini para anggota DPR hidup amat bersahaja.
Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan,ujar Per-Arne Hakansson, anggota parlemen Swedia dari Partai Sosial Demokrat.

Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi,  kata Hakansson

Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara,”imbuhnya.

Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.

Bandingan dengan tunjangan anggota DPR RI seperti tulisan kami di bawah ini,: https://radiohmsfakfak.com/2011/05/gaji-tunjangan-honor-anggota-dpr/

Parlemen hanya punya tiga mobil dinas berjenis Volvo S80. Ketiga mobil ini hanya diperuntukkan bagi ketua dan tiga wakilnya serta hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen.

Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan trasportasi umum secara cuma-cuma. Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR?

“Kami bukan perusahaan taksi,” kata pejabat parlemen, Rene Poedtke.

Ia menjelaskan tiga mobil dinas milik parlemen tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah.

Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Stefan Lovfen.

Anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar 6.900 dollar AS atau sekitar Rp98 juta per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji 14.000 dollar AS sebulan.

Gaji rata-rata warga Swedia adalah 2.800 dollar AS atau sekitar Rp 40 juta per bulan.

Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar 12 dollar AS atau setara dengan Rp 171.000.

Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.

Di Swedia, rumah dinas berbentuk apartemen sempit dan hanya diperuntukkan bagi anggota parlemen yang berasal dari luar Stockholm.

Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan, apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi.

Para anggota DPR Swedia jugua dilarang merekrut staf pribadi atau tenaga ahli.

Namun, mereka mendapat tunjangan untuk menggunakan semacam “staf pendukung atau tenaga ahli bersama” yang disediakan bagi anggota yang memerlukan.

Di pemerintahan lokal, upaya penghematan anggaran jauh lebih besar lagi.

Sumber : Kompas.com

Share it

HMS FAKFAK

Your Comment