Telma Margareta Huka Memperjuangkan Literasi dengan Bahasa Ibu

Telma Margareta Huka memperjuangkan kelestarian penggunaan bahasa ibu di Papua sejak 2005. Baginya, pembelajaran dengan bahasa ibu lebih efektif untuk mengatasi masalah tingginya angka buta aksara yang dialami warga di daerah-daerah pedalaman Papua.

Telma bersama lima rekannya di SIL Papua berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua menerapkan kurikulum berbasis bahasa ibu di 10 kabupaten sejak empat tahun lalu. Sepuluh kabupaten itu ialah Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Deiyai, Nabire, Waropen, Kabupaten Jayapura, Mimika, Merauke, dan Yahukimo.

Dalam pelaksanaan kurikulum ini, Telma dan rekan kerjanya berperan menyediakan bahan ajar bagi para guru. Mereka mengajar dengan menggunakan bahasa daerah yang biasa digunakan anak di keluarganya.

Setiap sekolah mendapatkan 60 buku materi yang meliputi cerita rakyat ataupun bentuk serta cara pelafalan angka dan huruf dalam satu tahun ajaran. Misalnya, bahasa Lani, Mee, Marind, Sempan, Kimyal, Mek Nalca, Mek Kosarek, Moi, Korowai Batu, dan Sentani Timur. Proses penyediaan bahan saja memakan waktu enam bulan.

Cerita lebih lengkap dapat anda download di link  ini

Telma Margaretha Huka memperjuangan literasi dengan bahasa ibu

yang berupa lembaran koran kompas edisi Jumat 17

Cerita ini merupayakan karya jurnalis Fabio Mario Lopez Costa yang diterbitkan di koran Kompas Edisi Jumat 17 Mei 2019

Terima kasih

 

Share it

HMS FAKFAK

Your Comment