SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI FAKFAK DALAM RANGKA HUT FAKFAK KE 112

Kepada Yth.

Bapak Bupati Kabupaten Fakfak

Di  –

F a k f a k

Assalamu alaikum wr. Wb….

Salam sejahtera dan salam kebangsaan.

Pertama-tama ijinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak selaku pemimpin tertinggi pemerintahan di kabupaten tercinta ini. Bukan maksud saya untuk menjatuhkan, atau merendahkan kredibilitas pemerintahan yang susah payah selama kurang lebih 1 tahun 11 bulan telah Bapak upayakan. Saya hanya ingin menyampaikan isi hati dan keprihatinan banyak orang yang saya tahu akan bersuara sama seperti saya, apalagi dalam momen berharga ini, dimana Fakfak tercinta, tepat di hari ini merayakan milad.

Ini hanya refleksi dalam momentum memperingati hari jadi kota Fakfak ke 112. Sebagai bahan kritisi untuk Bapak menjalankan tahta kekuasaan, memimpin pembangunan di kabupaten penghasil pala terbesar ini.

Sebagai insan biasa, layaknya warga kota yang lain, saya ingin paparkan beberapa hal yang seyogyanya menjadi perhatian serius Bapak mengenai kondisi sarana dan fasilitas public yang ada di kota kita tercinta ini. Antara lain sebagai berikut :

  1. Pernahkah Bapak tiba-tiba berkunjung ke GOR Krapangit Gewab? Saya tidak berharap Bapak meniru gebrakan Jokowi, tetapi alangkah bijaksananya, jika sesekali Bapak Bupati melakukan hal serupa dalam rangka memperbaiki system dan kinerja birokrasi di daerah ini. Kondisi GOR Krapangit Gewab, membuat hati kecil saya menangis. Kita bangga memperoleh Piala Adipura, akan tetapi kenyataan yang ada di GOR tersebut mengatakan, “kita belum pantas mendapatkannya” Dalam suatu kesempatan, saya merekam dan melihat sendiri bagaimana aspek BISA TERTIB yang selama ini menjadi semboyan Kabupaten Fakfak terbantahkan disana. Sampah-sampah yang berceceran. Ludah pinang melekat di dinding dan lantai. Kondisi Toilet / WC sungguh tidak layak untuk digunakan manusia. Kondisinya bau, jorok dan kotor.

Untuk itu pada kesempatan ini, saya menghimbau pemerintah daerah melalui instansi terkait, marilah kita berbenah. Fasilitas-fasilitas umum seperti sarana olahraga dan sarana gedung kesenian harus kita optimalkan, dan kita jaga serta rawat dengan baik, agar kita bisa bangga pada tamu-tamu dari luar, bahwa Piala Adipura yang sudah kita raih benar-benar pantas untuk kabupaten tercinta ini.

GOR Krapangit Gewab yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat dalam membuat event atau hajatan pernikahan, wisuda dan sebagainya, perlahan-lahan mulai memudar diakibatkan perawatan dan pemeliharaan gedung kurang berjalan baik.

  1.  Futsal sebagai sarana olahraga yang memiliki banyak penggemar terutama dari kalangan generasi muda hendaknya menjadi prioritas untuk dikembangkan. Minimal dibuatkan gelanggang tersendiri atau paling tidak fasilitas pendukungnya dibenahi. Masih dalam lingkup GOR Krapangit Gewab. Saya memotret kenyataan memilukan dan juga memalukan. Kondisi jaring pengaman di sekeliling area futsal untuk mereka yang bermain telah banyak yang rusak, dan atas inisiatif masyarakat, jaring tersebut disulam dengan tali raffia. Rumput sintetis yang harusnya ada, sama sekali tidak disediakan.

Kondisi ini sangat rawan bagi keselamatan pemain. Untuk itu ijinkan saya mengetuk pintu hati Bapak dan kita semua, agar olahraga yang telah mengharumkan nama Fakfak ini, senantiasa diperhatikan dan fasilitasnya disempurnakan.

  1. Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan Selamat dan Dirgahayu Kota Fakfak ke 112. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ulas dan sampaikan, sebagai bentuk kecintaan saya terhadap kota Fakfak yang tercinta ini. Tetapi saya akhirnya juga sadar, siapalah saya ini. Bukan wakil rakyat yang bisa mempengaruhi policy maker atau pengambi kebijakan di daerah ini. Saya hanya seorang citizen journalist, yang berempati dengan kenyataan yang dialami masyarakat setempat.

Sekali lagi saya mohon maaf jika dalam penyusunan kalimat dalam Surat Terbuka sedikit banyak menyinggung dan melukai perasaan Bapak, yang harusnya pada hari jadi kota Fakfak ini berbahagia dan tersenyum ceria. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.  Dirgahayu Fakfak ke – 112! Semoga Tuhan Memberkati Bapak dan jajaran pemerintah daerah di tanah ini.

Wassalam.

Hormat saya,

ISHAK YSWANDI

 

Penulis dengan latar belakang kondisi jaring pengaman arena futsal di GOR KRAPANGIT GEWAB

 

 

 

 

 

 

Kondisi WC Umum / Toilet GOR Krapangit Gewab yang kotor dan jorok.

 

 

 

 

 

 

Lantai di depan Ruangan WC Umum / Toilet GOR Krapangit Gewab yang memprihatinkan

 

 

 

 

 

 

Kondisi GOR Krapangit Gewab yang kotor dan jorok. Gambar diambil di lorong pintu

keluar/masuk kedalam arena GOR.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share it

HMS FAKFAK

0 thoughts on “SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI FAKFAK DALAM RANGKA HUT FAKFAK KE 112

  1. Benar-benar memprihatinkan kondisi GOR utamanya toiletnya yg jorok dan bau pesing. Piala Adipura untuk Fakfak ditinjau ulang jika ada pemilihan lagi. Jang bekeng malu kitorang. Ayo Fakfak kamu harus berubah!!!!!

  2. Eh itu lagi, jangankan gor. Bandara Torea tu de pu fasilitas rusak hbs. Memangnya pace bupati yg terhormat tuh de brngkt2 lewat mana saja. Tra bisa buka mata la lihat kaa?
    *best regards

  3. Fungsi GOR tersebut sejak di bangun hingga akhir tahun 2000-an peruntukkannya hanya untuk Badminton dan sesekali menggelar Tinju serta seringkali juga digunakan untuk acara-acara seperti pernikahan; upacara dll. Untuk Futsal sebenarnya menurut pengamatan saya tidak cocok di mainkan di GOR tersebut. GOR ini kalau tidak salah di resmikan sekitar tahun 1993 artinya sudah ada 20 tahun GOR itu berdiri dan menampung beberapa aktivitas yang cukup padat sehingga beberapa fasilitasnya rusak atau kurang terawat. Mungkin saja pemerintah harus meninjau kembali bahwa Futsal adalah salah satu kegiatan positif untuk generasi muda fakfak yang harus di tingkatkan dengan menghadirkan gedung khusus Futsal. Atau bisa saja mengundang investor ke Fakfak yang terkait dengan pengelolaan bahkan pembangunan Stadion Futsal yang memenuhi standart.

Your Comment