Melihat Dunia melalui dr. Sanduk Ruit

Membaca berita di website Voanews tentang dr. Sanduk Ruit (Berita VOA 23 November 2012) yang melaksanakan operasi mata kepada sekitar 1000 orang di Sumatera utara, membuat saya terkagum-kagum, hebat benar dokter ini , sehingga langsung saja saya mencoba mencari tahu lebih jauh mengenai kiprah dr Sanduk Ruit melalui situs pencarian yang ada di internet, dan ternyata bukan hanya sekali ini Dr. Sanduk melakukan kegiatan  amalnya di Indonesia. Pada bulan Januari 2012 lau beliau juga pernah mengadakan operasi mata gratis di Padang Sumatera Barat

Dr Sanduk Ruit adalah seorang dokter dari negeri Nepal yang sangat jauh dari Indonesia , namun dia mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap warga Negara Indonesia yang tercinta ini, tindakan dr Ruit sangat berarti sekali bagi mereka yang tidak mampu membayar operasi mata yang tergolong mahal.

Jika ada banyak dokter seperti ini di Indonesia, pasti masyarakat tidak akan menjatuhkan pilihanny ke dukun  atau orang pintar, seperti fenomena “Ponari dan Batu saktinya”

Dalam kegiatannya di Sumatera Utara kali ini , dr Sanduk Ruit menyampaikan bahwa  Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari berbagai pulau ini membutuhkan banyak dokter yang bersedia bekerja secara sosial untuk mengatasi kebutaan. “Minimal harus 100 dokter. Apalagi, dengan infrastruktur Indonesia yang tidak terlalu baik. Dan pada umumnya, yang menderita penyakit ini adalah mereka yang memiliki keuangan terbatas. Kenapa? Paling riskan yang terkena adalah mereka yang sering terekspos dengan sinar matahari secara langsung

Semoga aksi sosial dr Sanduk Ruit ini, bisa memacu dokter-dokter yang ada di Indonesia, terutama juga yang ada di Papua, untuk mau berkarya bagi sesama.

Hidup itu indah jika bisa berbagi kebahagian bersama orang lain

Share it

HMS FAKFAK

0 thoughts on “Melihat Dunia melalui dr. Sanduk Ruit

    1. sdr marten, terima kasih sudah berkunjung ke blog kami, semoga ada dokter-dokter lain yang tergerak hatinya untuk berkarya seperti dokter Sanduk Ruit ini

Your Comment