Ketua KPU Fakfak Diamuk Massa Pendukung Kandidat SAHABAT

Ketua KPU Kabupeten Fakfak, Markus Krispul, diamuk massa pendukung Calon Bupati/Wakil Bupati Fakfak pasangan kandidat SAHABAT (Said Hindom dan Ali Baham Temongmere).

Massa menyerang Markus Krispul sesaat setelah aparat Polisi mengawal Markus keluar dari kantor KPU Fakfak. Massa mencoba memukul dengan kursi dan menghambur batu ke arah Markus yang dilindungi anggota-anggota Polisi.

Polisi segera melarikan Markus ke mobil dan dibawa menjauhi kompleks KPU Fakfak. Massa yang kalap terus mengejar lalu memukul dan melempari mobil yang mengevakuasi Markus dan anggota lainnya.

Polisi melepaskan tembakan peringatan dan menghadang massa yang marah.

Sebelumnya, massa diminta untuk membubarkan diri karena Panwaslu dan DPRD Fakfak berupaya mencari solusi atas tuntutan massa SAHABAT.

Sementara itu, setelah Ketua dan Anggota-anggota KPU Fakfak dievakuasi, Kapolres Fakfak, AKBP F. S. Napitupulu, S.IK, mengarahkan massa untuk membubarkan diri.

Kapolres Napitupulu meminta pimpinan aksi bertanggung jawab terhadap insiden ini.

Ketua Tim Pemenangan SAHABAT, Cliford Ndandarmana, dan Koordinator Aksi, Zainuddin Fenetiruma mendatangi Kantor Polres Fakfak.

Sejak pagi hari tadi, ratusan massa pendukung kandidat SAHABAT mendatangi kantor KPU Kab. Fakfak. Massa menuntut pembatalan revisi jadwal Pilkada dan mendesak penggantian Ketua dan Anggota-anggota KPU Kab. Fakfak. SAHABAT dan Tim Pengusungnya menuduh KPU Kab. Fakfak tidak independen dan memihak pasangan kandidat lainnya.

(Alex Tethool, Jurnalis Fakfak)

[Tags Ketua KPU Fakfak,markus krispul,dprd fakfak,Cliford
ndandarmana,Zainudin Fenetiruma,kpu fakfak diamuk massa]

Share it

HMS FAKFAK

0 thoughts on “Ketua KPU Fakfak Diamuk Massa Pendukung Kandidat SAHABAT

  1. Sungguhh…hal ini ssangat patut di sayangkan dan di khawatirkan sangat dapat berimbas di perolehan suara di Pilkada nanti,Semoga saja seluruh persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan sabar oleh masing-masing pihak.

    1. Saudara Yoackim, terima kasih atas komentarnya, memang benar hal seperti ini sebenarnya tidak kita inginkan, kita doakan semoga persoalannya bisa diselesaikan secara baik-baik… salam

  2. vox populi vox dei…..biarlah rakyat yang menentukan siapa yang pantas memimpin mereka……kekerasan bukanlah yang terbaik dalam proses demokrasi krn itu pertanda kita tidak siap untuk berdemokrasi dan pertanda pula bahwa kita pemimpin yang tidak demokratis. mestinya sudah bisa dicegah oleh mereka (kandidat) yang telah siap berdemokrasi sebab kekerasan adalah antitesa dari demokrasi.

    bicaralah…diskusikanlah..tunjukkan bahwa kita moderat dalam menyelesaikan persoalan dan mampu memanage konflik.
    tks. by ZAB

Your Comment