Denda 5 Milyar Rupiah untuk SAHABAT

Dewan Adat Mbaham-Matta memutuskan sanksi Rp 5 Milyar terhadap pasangan kandidat SAHABAT  dan Tim SAHABAT  (Said Hindom & Ali Baham Temongmere).  Tuntutan ini diputuskan dalam Sidang Pleno Dewan Adat, Senin (23/08). Pernyataan sanksi dibacakan Wilson Hegemur, Sekretaris I Dewan Adat Mbaham-Matta.

Tuntutan Denda Adat ini berupa uang tunai sejumlah Rp 5 Milyar. Sebelumnya, keluarga menuntut ganti rugi sejumlah Rp 1 Milyar. Dewan Adat beralasan, pemukulan terhadap diri Markus Krispul telah menyakiti hati keluarganya, namun juga menyakiti hati keluarga besar Mbaham-Matta. Pelecehan terhadap diri Markus Krispul, juga merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap keluarga besar Mbaham-Matta.

Selain denda uang, denda berupa benda-benda adat, antara lain YANA (Gelang) 12 buah, Dumur (Mas Besar) 12 buah, Ndrug (Mas Penongka) 12 buah, Mar-Qpan Ndeing-Ndeing (Mas Besar/Mas Tali) 120 buah, Qprie Wrieg (Mas Kecil) 1000 buah, Kanda Greg Wor (Mas Simpul) 10 buah, Mongmongga (Gong) 12 buah, Minog (Lela/Meriam Kuno) 1 buah.

Ini masih ditambah lagi dengan denda adat “Nouw Ma Kotpiha Poho-Pohor”, yaitu denda bayar “belakang sakit”, dan denda bayar “Air Mata/Kesedihan” Mama Kandung dari Markus Krispul, antara lain Yana Horot (Gelang Pusaka) 1 buah, Minog (Lela) 2 buah dan Nouw Ma Hon (Uang Susu Mama) sejumlah Rp 10 juta.

Prosesi adat pembayaran denda ini, khususnya kepada Mama Krispul harus dilakukan tiga hari sejak keputusan dikeluarkan, yakni sebelum tanggal 30 Agustus 2010. Denda menurut adat “Larvul Ngabal” ini, diserahkan kepada pihak keluarga Mama Kandung Markus yang bermarga Raharusun, atau menjadi wewenang dari kerukunan Keluarga Besar Maluku Tenggara di Fakfak.

Pertimbangan lain pemberian sanksi ini ialah bahwa SAHABAT dengan massa pengunjuk rasanya telah merusak tatanan adat Mbaham-Matta yang menghormati toleransi dan menjunjung keharmonisan. Tim SAHABAT yang berunjuk rasa telah bertindak membuat keonaran dan kekacauan yang mengganggu suasana hikmat Bulan Suci Ramadan dan Ibadah Puasa, serta memancing kerusuhan pada tanggal 16 Agustus 2010 atau sehari sebelum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65, yakni hari besar Nasional yang patut dihormati dan diperingati dengan hikmat. Unjuk rasa Tim SAHABAT dengan orasi mereka saat itu, dinilai sebagai tindakan provokasi dan propaganda jahat yang dapat menjebak Masyarakat Adat Mbaham-Matta dan Warga Papua umumnya dalam konflik bernuanasa SARA dan politik Papua Merdeka.

Sehari setelah Sidang Pleno itu, Dewan Adat menyerahkan keputusan sanksi kepada perwakilan keluarga Krispul.  Surat Keputusan ini diserahkan Sirzeth Gwas-Gwas, Ketua Dewan Adat Mbaham-Matta, kepada Siprianus Krispul.

Dinyatakan Sirzeth Gwas-Gwas, perdamaian dapat terwujud jika penyelesaian dilakukan secara adat.

Perwakilan Tim SAHABAT tidak hadir saat penyerahan keputusan ini, sehingga pengurus Dewan Adat mengantar surat keputusan ke tempat kediaman pihak SAHABAT dan Sekretariat Tim SAHABAT.

(Alex Tethool,HMS Fakfak)

Share it

HMS FAKFAK

0 thoughts on “Denda 5 Milyar Rupiah untuk SAHABAT

  1. Aneh binti ajaib binti terheran-heran ya..koq difakfak masih ada kelompok (apalagi hanya kepentingan pemilukada) yang tidak menghormati…
    1. Tuhan (karena ini bulan Puasa),
    2. Negara (karena menjelang hari kemerdekaan dan
    3. Adat-istiadat (krn adat mbaham matta selalu saling menghormati dalam bulan suci ramadhan/lebaran/natal dan hari besar/suci agama lain dan selalu menghormati detik-detik proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia).

    perlu diketahui bahwa peristiwa yang tidak elok ini sudah kami sampaikan ke depdagri, desk papua kemenkopolhukam dan KPU Pusat.

    ada indikasi politisasi dalam gerakan ini, krn terlihat dilakukan pada waktu yg semestinya tidak boleh. padahal indikasi propaganda gerakan demo tsb “hanya” ingin menyampaikan pesan pada ketika seluruh anak bangsa sedang siap memasuki semangat detik-detik proklamasi dengan cara yang terbalik (seolah-olah mbaham-matta itu tidak menghormati Proklamasi), agar keinginan menurunkan ketua KPUD Fakfak dapat dikabulkan.

    kita semua harus mendukung proses-proses demokrasi jangan korbankan masyarakat krn sekedar kepentingan sesaat. saya berharap agar cabub dan cawabup (bersangkutan) dapat meminta maaf secara terbuka dan itu akan menunjukkan kedewasaan berpolitik kita dan itikad menghormati adat istiadat krn telah mencederai bulan suci ramadhan dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. itu sebaik-baiknya pemimpin. tks.
    by ZAB (Zainal Abidin Bay)

Your Comment