Bisnis Minyak dan Gas di Kabupaten Fakfak

JAKARTA -Murphy Semail Oil dan Hess akan mengebor sebanyak enam sumur lepas pantai Fak Fak, Papua Barat mulai November, menyusul telah tuntasnya kegiatan survei seismik oleh kontraktor kontrak kerja sama tersebut. Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Jawa Timur, Papua, dan Maluku Hamdi Zainal mengatakan di lepas pantai yang masuk dalam wilayah administratif Fak Fak, Papua Barat, terdapat lima kontraktor migas yang masih dalam tahap eksplorasi. Kelima kontraktor tersebut meliputi Murphy Semai Oil (Semai II), Hess (Semai V), Genting Oil (Kasuri), Chevron Indonesia Company (West Papua I dan West Papua III),dan BP Indonesia (Berau).

Murphy dan Hess, tuturnya, telah menyelesaikan masing-masing kegiatan seismik tiga dimensi (3D) dan 2D. Selanjutnya, kata Hamdi, kedua kontraktor tersebut akan mengebor sumur eksplorasi sesuai dengan komitmen kontrak mulai November. “Murphy sudah menyelesaikan seismik 3D di laut dan Hess telah melakukan 2D yang direncanakan mulai mengebor sumur eksplorasi pada November 2010,” katanya ditulis situs resmi BP Migas pekan lalu. Sumber BP Migas yang mengetahui tentang rencana itu mengatakan jumlah sumur yang dieksplorasi oleh keduanya sebanyak enam sumur. “Masing-masing Murphy 3 sumur dan Hess juga 3 sumur.” Adapun Genting yang sudah melaksanakan 1.27S kilometer survei seismik 2D atau sekitar 65% dari target, akan melanjutkan kegiatan-nya pada Juli. BP Indonesia akan melaksanakan seismik 3D di lepas pantai pada akhir Juli mendatang. “Chevron masih dalam tahap persiapan survei seismik 2D di darat dan lepas pantai pada Oktober 2010 hingga Maret 2011,” jelasnya. Terkait dengan rencana itu, tutur Hamdi, BP Migas berkomitmen untuk membuka peluang kontribusi usaha lokal agar bisa mendukung pelaksanaan proyek. Kontribusi yang bisa dilakukan BUMD, koperasi dan badan usaha lokal lainnya di Fak Fak antara lain dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pangan dan penginapan, transportasi darat maupun udara untuk mendukung kegiatan hulu migas di Fak Fak. “Harapannya, kegiatan industri hulu migas akan menciptakan efek berganda [multiplier effect] yang besar bagi kemajuan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wilayah,” katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share it

HMS FAKFAK

0 thoughts on “Bisnis Minyak dan Gas di Kabupaten Fakfak

  1. kepada semua pihak agar tetap memperhatikan keberadaan masyarakat hukum adat dan dilaksanakan sesuai dengan UU 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan UU 27 Tahun 2007 tentang kepulauan dan pesisir dimana telah diatur hak dan kewajiban masyarakat hukun adat.
    Zainal Abidin Bay (anggota MRP)

Your Comment