KITORANG PANGARUH, MARI BERTANGGUNG-JAWAB UNTUK HIV

JAYAPURA, (26/05) – Upaya pencegahan harus menjadi fokus utama dalam strategi penanggulangan AIDS di Papua. Pencegahan hanya bisa dilakukan melalui kampanye serta pemberian informasi yang benar dan terus-menerus. Pengetahuan akan membangun kesadaran seseorang untuk menjaga diri.

Demikian disampaikan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, saat audiensi dengan Tim Kampanye Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.

”Kita tidak perlu menghabiskan seluruh energi untuk pengobatan. KPA harus fokus dan besar-besaran melakukan upaya pencegahan. Jangan gencar hanya pada saat kampanye, diluar itu tidak ada informasi,” tandas Gubernur.

Ditambahkan, kesadaran untuk menjaga diri bisa dilakukan dengan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Karenanya, pada kesempatan itu Gubernur juga minta supaya pesan yang disampaikan bisa menjangkau seluruh masyarakat Papua termasuk yang di kampung-kampung.

”Masyarakat yang dekat dengan informasi dan pengetahuan biasanya hidupnya lebih baik. Di negara-negara yang tingkat pendidikan tinggi serta informasi dan pengetahuan mudah dijangkau, angka HIV rendah. Ini karena tingginya kesadaran untuk menjaga diri,” ungkap Bas Suebu.

Kampanye juga harus dilakukan secara besar-besaran karena HIV-AIDS adalah masalah serius di Papua. Epidemi HIV mengancam kelanjutan hidup generasi mendatang.

Kamis (20/5) pagi, Tim Kampanye KPA Provinsi Papua yang dipimpin langsung Ketua Pelaksana Harian, Constant Karma, bertemu Gubernur untuk menyampaikan rencana kampanye HIV 2010 yang akan mulai digulirkan bulan ini. Selain Tim Kampanye, hadir juga pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Bagus Sukaswara, dan Direktur RSU Jayapura, dr Maurits Okoserey.

Kitorang Pangaruh, Mari Bertanggung-Jawab untuk HIV

Kampanye HIV tahun 2010 akan fokus pada kelompok sasaran laki-laki usia 15-49 tahun. Mengapa laki-laki? Beberapa survey terkait perilaku menyebutkan laki-laki memiliki perilaku berisiko karena ada kecenderungan memiliki perilaku berganti-ganti pasangan seks, enggan menggunakan kondom, dan enggan melakukan tes HIV.

Laki-laki kategori 3M (mobile men with money) – laki-laki yang suka bepergian (mobilitas tinggi) dan memiliki uang – memiliki kontribusi terhadap peningkatan laju pertumbuhan HIV di Papua. Dengan uang yang mereka miliki, laki-laki kategori ini bisa membelanjakan uangnya untuk banyak hal, termasuk membeli seks.

Secara global perilaku laki-laki menentukan atas berkembangnya epidemi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Selain itu laki-laki sangat berpengaruh dalam membuat keputusan penggunaan kondom.

Tema kampanye HIV yang akan digulirkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua sepanjang tahun 2010 adalah Kitorang Pangaruh, Mari Bertanggung-Jawab untuk HIV. HIV-AIDS adalah masalah & tanggung-jawab semua orang yang ada di Tanah Papua. Kita adalah orang-orang hebat (pangaruh) bila mau mengambil peran aktif dan tanggung-jawab dalam penanggulangan AIDS di Tanah Papua.

Tema ini akan dijabarkan dalam empat subtema yakin peningkatan penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks berisiko, pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap orang terinfeksi HIV, penundaan seks dini dan pengurangan pasangan seks, dan ajakan untuk periksa HIV. Keempat subtema ini sekaligus adalah hasil yang ingin dicapai selama kampanye.

Kampanye HIV 2010 akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan. Gubernur akan hadir pada launching kampanye yang rencananya akan dilaksanakan Selasa (8/6) di depan Gedung Dewan Kesenian di Tanah Papua (DKTP) Provinsi Papua, Jalan Irian Imbi Jayapura.

Melalui dukungan Kemitraan Australia Indonesia, KPA Provinsi Papua sejak 2006 lalu menggelar kampanye untuk menanggulangi AIDS. Kampanye tahun ini akan lebih komprehensif karena menggunakan berbagai media komunikasi serta menggunakan beberapa pendekatan yang saling bersinergi. Harapannya adalah kampanye ini memiliki gema yang luar biasa di masyarakat dan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku.***

Share it

HMS FAKFAK

Your Comment